Tampilkan postingan dengan label my blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my blog. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Februari 2011

Exercise 28 : Comparisons ( page 114 )

  1. As soon as
  2. More important
  3. As well as
  4. The most expensive
  5. As hot as
  6. More talented
  7. More colorful
  8. Happier
  9. Worse
  10. Faster

Exercise 27 : Linking ( Copulative ) Verb ( page 109 )

  1. Terrible
  2. Well
  3. Good
  4. Calmly
  5. Sick
  6. Quickly
  7. Diligently
  8. Vehemently
  9. Relaxed
  10. Noisy

Exercise 26 :Adjective and Adverb ( page 107 )

  1. Well
  2. Intense
  3. Brightly
  4. Fluent
  5. Fluently
  6. Smooth
  7. Accurately
  8. Bitter
  9. Soonly
  10. Fastly

Exercise 21 : Conditional Sentence ( page 97-98 )

  1. Will understand
  2. Were not
  3. Will give
  4. Would have told
  5. Would have been
  6. Had
  7. Would stop
  8. Needed
  9. As though found
  10. Had enjoyed
  11. Painting
  12. Would be
  13. Will wrote
  14. Would be permit
  15. Will spend
  16. Will accept
  17. Will buy
  18. Had decided
  19. would have written
  20. Will be leak
  21. Would have studied
  22. Will hear
  23. Will see
  24. Gets
  25. Turn
  26. Were
  27. Would call
  28. Would have talked
  29. Explained
  30. Would speak

Selasa, 28 Desember 2010

Etika Bisnis pada Pasar Persaingan Oligopoli

Pasar oligopoli merupakan pasar dimana terdapat beberapa produsen menguasai pangsa pasar untuk produk tertentu yang sejenis. Produsen yang akan masuk ke dalam pasar oligopoli harus menetapkan harga di bawah para pesaingnya agar produknya mampu bersaing di pasaran. Dalam pasar oligopoli biasanya terdapat persaingan-persaingan tidak sehat yang saling menjatuhkan antar produsen hanya untuk mendapatkan konsumen sebanyak-banyaknya tanpa melihat etika berbisnis satu sama lain.

Hal tersebut sangat disayangkan karena bila produsen hanya terfokus pada pesaingnya. Maka pelayanan kepada konsumen akan berkurang seiring penetapan kebijakan perusahaan mengenai keunggulan produk tanpa diikuti dengan kualitasnya. Jadi, banyak perusahaan yang mempromosikan proderuknya secara gencar tanpa ada perbaikan mutu sehingga ujung-ujungnya akan merugikan konsumen tersebut

Contoh kasusnya adalah persaingan antar perusahaan telekomunikasi seluler yang tidak mempunyai etika dalam mempromosikan produknya. Baik di media cetak maupun elektronik. Mereka secara tidak langsung menyindir pesaingnya dengan iming-iming tarif telepon yang lebih murah, padahal harga murah belum tentu kualitasnya juga bagus karena banyak perusahaan telekomunikasi seluler yang mempromosikan tarif murah namun kualitasnya juga murahan. Misalnya tarif telepon gratis dari pukul 00.00 - 08.00, kenyataannya memang gratis namun tiap 10 menit akan putus dengan sendirinya dan untuk menelpon kembali akan sulit menyambung.

Adapun operator yang menetapkan tarif murah namun jaringannya elek atau ada juga yang mengiming-imingi bonus tapi pada kenyataannya terdapat syarat dan ketentuan yang susah. Itulah contoh dari ketidakmampuan perusahaan telekomunikasi seluler dalam menghadapi pasar persaingan oligopoli. Mereka lebih cenderung berorientasi pada laba tanpa melihat etika dalam berbisnis yang baik.